Kamis, 24 Agustus 2023

Solusi Anda!!!

CV.SINGA RAJA PUTRA
Kami Bisa Membantu Anda !!

Paket Pendirian PT Perorangan Hanya Rp 500.000,- Rupiah. 

Bisa Bayar uang panjar 100.000

Setelah Jadi dan Setelah Pengecekan. 

Apa Yang Anda Dapatkan?
1. Pernyataan Pendirian
2. SK Kemenkumham
3. NPWP Perusahaan
4. NIB (Nomer Induk Berusaha)
5. Pernyataan Mandiri K3L + (Sertifikat Standar Kegiatan)
6. Akun Akses AHU + OSS RBA
7. 500+ Logo Dan Kop Surat  Usaha Anda
8. Estimasi Pengerjaan 1x24 Jam. 
9.stampel 

Dokumen Apa Saja Yang Harus Anda Siapkan?
1. KTP
2. NPWP Pribadi
3. Nomer Handphone 

Note: Jika belum punya NPWP Pribadi diganti dengan nomer "Kartu Keluarga (KK)" untuk proses pembuatan NPWP Pribadi tanpa pungutan biaya. 

Segera manfaatkan promo spesial ini dan jangan lewatkan kesempatan untuk mendirikan PT Perorangan dengan biaya yang lebih terjangkau!.(Red)

Info Lainnya
Iklan




Harga Diskon

Tokoh: Prabowo Subianto


Saya pertama kali bertemu Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution pada saat saya sebagai taruna di AKABRI, di Magelang. Beliau secara periodik datang ke Magelang untuk memberikan ceramah di beberapa kesempatan. 

Kami sebagai taruna mengenal perjuangan Pak Nas sebagai salah satu pendiri TNI, sebagai Panglima Komando Jawa di bawah Panglima Besar Jenderal Soedirman.  
 
Banyak kebijakan dan pemikiran beliau yang telah berhasil memengaruhi TNI sampai sekarang. Misalnya Surat Keputusan untuk pembentukan Korps Baret Merah, waktu itu bernama Korps Komando Angkatan Darat adalah dari KASAD yang pada saat itu dijabat Kolonel Abdul Haris Nasution. 
 
Saya merasa mendapat kesempatan yang luar biasa, yang belum tentu bisa didapat oleh banyak orang di negeri ini. Yakni bisa langsung berdialog dengan tokoh angkatan '45, tokoh kunci dalam perang kemerdekaan kita. 

Saya merasa menjadi murid dari seorang pelaku sejarah. Beliau sering bercerita tentang pengalamannya, pendapatnya, tentang strategi perang gerilya, pengalaman melawan Belanda dan lain sebagainya. Beliau juga sangat menguasai sejarah dan berbagai bahasa, jamaknya generasi '45. Beliau adalah pembaca buku, sehingga mengasyikkan ketika mendengar beliau menyampaikan berbagai hal.  
 
Dari sosok Pak Nas, saya belajar, seorang jenderal harus benar-benar menguasai profesinya, harus ahli, pintar, dan ber-IQ tinggi. Selain itu beliau juga sosok yang bersih, jujur, bersahaja, dan tidak pernah korupsi. Dari sikap nan elok budi itulah saya sangat hormat kepada beliau.

Walaupun beliau sudah tidak menjabat, beliau terus berkarya. Beliau menulis buku "Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia" bervolume 11 jilid yang sangat berguna untuk generasi muda. Menurut saya buku beliau harus menjadi bacaan wajib bagi semua taruna Akademi Militer (AKMIL), Universitas Pertahanan (UNHAN) dan semua Lembaga Pendidikan (Lemdik) TNI. 

Namun sayang ketika beliau wafat, saya tidak bisa hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau. Terima kasih Pak Nas atas ilmu dan nilai-nilai yang diajarkan kepada saya, kepada generasi muda. 

Saya sangat kehilangan sosok guru, panglima dan pemimpin yang pantas diteladani.

Minggu, 06 Agustus 2023

Asal Usul MPU Bada Sigalingging

Asal usul

Sigalingging termasuk dalam marga-marga Pomparan ni Raja Naiambaton atau Parna, leluhur (bona pasogit) Raja Sigalingging berasal dari Saitnihuta,Pangururan,Samosir.

Raja Naiambaton memiliki 2 orang anak yakni Raja Sitempang dan Raja Nabolon. Raja Sitempang (Raja Natanggang) memiliki 1 orang anak Raja Sitanggang. Raja Sitanggang inilah sering disebut sebagai Raja Pangururan, dan penguasa tanah / golat di Pangururan adalah keturunan dari Raja Sitempang. Raja Sitanggang memiliki 3 orang anak, dan anak bungsu bernama Raja Sigalingging 'gelar' Raja Pangulu Oloan.

Raja Sigalingging memiliki 3 (tiga) orang anak dan seorang putri. Istri dari Raja Sigalingging adalah Naibaho Sitakkaraen/Sitangkaraen, putri dari Raja Sigalingging kawin dengan putra dari Naibaho Siahaan. Berikut nama anak Raja Sigalingging:

  1. Guru Mangarissan (Sigorak)
  2. Raja Tinatea (Tambolang)
  3. Namora Pangujian (Parhaliang)

Salah satu Cucu Raja Sigalingging adalah Mpu Bada anak dari Guru Mangarissan yang merantau ke tanah Sindeas, Dairi, Pakpak, dan melahirkan beberapa marga antara lain :

  • Tendang
  • Banurea
  • Manik
  • Beringin
  • Gajah
  • Berasa


Dan keturunan Tambolang yang merantau ke tanah Simalungun anak dari O.Harinuan memakai marga :

  • Garingging

Keturunan lain dari Raja Sigalingging adalah Datu Bangun Sigalingging di daerah Sirisi-risi Dolok Sanggul (sebahagian pindah ke arah pakkat).



Selasa, 01 Agustus 2023

Analogi

Sidabukke bukan Parna, *betul*. Mengapa Sidabukke bukan Parna ?, karena Sidabukke suatu marga yang terbentuk akibat kesalahan leluhur mereka. 

Leluhur Sidabukke bernama *Raja Sinalin Napitu melanggar Tona Ni Raja Nai Ambaton memperistri boru Sidabutar*, sehingga Raja Sinalin Napitu diusir dari Kampung halaman bersama istrinya boru Sidabutar. Lahirlah Sidabukke yang dikemudian hari jadi Toga Sidabukke leluhur seluruh marga Sidabukke yang ada. 

Parna adalah Parsadaan Pomparan Raja Nai Ambaton. Kosa kata " _Parsadaan_" sengaja dimasukkan mengingat diantara marga keturunan Raja Nai Ambaton sudah terlanjur ada yang kawin silang. 

Jika hanya menggunakan kalimat  *Pomparan Raja Naimbaton*, secara otomatis seluruh keturunan Raja Nai Ambaton masuk didalamnya. Tapi, dengan adanya kosa kata "Parsadaan", secara empiris setiap marga maupun setiap perorangan yang masuk dalam Parna (Parsadaan Pomparan Raja Nai Ambaton) adalah mereka yang belum melanggar Tona Ni Raja Nai Ambaton. 

Kembali pada topik Barasa bukan Parna. Memang betul, Barasa yang sudah marhulahula Boru dengan Parna secara otomatis bukan Parna lagi. Namun, Barasa yang tidak melanggar Tona Ni Raja Nai Ambaton sejatinya Parna. 

_Barasa yang melanggar Tona Ni Raja Nai Ambaton adalah Pomparan Raja Nai Ambaton_, *tapi tidak masuk Parna*. Demikian juga terhadap siapapun mereka yang melanggar Tona Ni Raja Nai Ambaton, *bukan Parna*. 

*Barasa yang tidak melanggar Tona Ni Raja Nai Ambaton adalah Pomparan Raja Nai Ambaton, sekaligus Parna*.